Header Ads

Rambut Terurai Ke Dahi Ketika Sujud


Adapun Sholatnya Tetap sah, karena sujud cukup dengan meletakkan sebagian dahi. Referensi:
حاشية الجمل الجزء 1 صحـ : 211 مكتبة دار الفكر العربيوَأَقَلُّهُ مُبَاشَرَةُ بَعْضِ جَبْهَتِهِ وَلَوْ شَعْرًا نَابِتًا بِهَا مُصَلاَّهُ أَيْ مَا يُصَلِّيْ عَلَيْهِ بِأَن لاَّ يَكُونَ عَلَيْهَا حَائِلٌ كَعِصَابَةٍ فَإِنْ كَانَ لَمْ يَصِحَّ إِلاََّ أَن يََّكُونَ لِجِرَاحَةٍ وَشَقَّ عَلَيْهِ إزَالَتُهُ مَشَقَّةً شَدِيدَةً فَيَصِحُّ (الشرح) قَوْلُهُ مُبَاشَرَةُ بَعْضِ جَبْهَتِهِ مُصَلاَّهُ وَيُتَصَوَّرُ السُّجُودُ عَلَى الْبَعْضِ بِأَنْ يَكُونَ السُّجُودُ عَلَى عُوْدٍ مَثَلاً أَوْ يَكُونَ بَعْضُهَا مَسْتُوْرًا فَيَسْجُدَ عَلَيْهِ مَعَ الْمَكْشُوفِ مِنْهَا اهـ ع ش عَلَى م ر وَالْجَبْهَةُ طُولاً مَا بَيْنَ صِدْغَيْهِ وَعَرْضًا مَا بَيْنَ مَنَابِتِ شَعْرِ رَأْسِهِ وَحَاجِبَيْهِ اهـ ق ل عَلَى الْجَلاَلِ

‎(وكذا لو سجد على شعر نبت على جبهته) أي وإن طال، وقدر أن يسجد على غير ما لاقى الشعر لأنه كجزء من الجبهة كما قرره شيخنا العزيزي أي وإن لم يعمها م ر.

begitu juga tidak apa2 jika sujud di atas rambut yang yang tumbuh didahi, walaupun rambut yang tumbuh didahi tersebut panjang, dan walaupun dia sanggup untuk sujud pada bagian yang tidak bertemu dengan rambut (yang ada didahi) karena rambut didahi seperti sebagian dari dahi, sebagaimana yang disebutkan oleh syaikhuna al-Azizi, yakni walaupun rambut yang tumbuh tidak merata didahi menurut imam Ramli...... jadi jika sujud pada sebagian dahi hukum sah kang, walaupun dahinya ditumbuhi rambut dan sujud di atas rambut yang tumbuh di dah.

بِخِلَافِ الشَّعْرِ النَّازِلِ مِنْ الرَّأْسِ فَلَا يَكْفِي السُّجُودُ عَلَيْهِ

Berbeda dengan rambut yang terutai dari kepala, maka tidak cukup sujud dengannya.
Nah kalau sujud di atas rambut yang teruntai dari kepala, hukumnya ga sah, jika sebagian dahi ga terkena langsung tempat sujud.....kalo cuma 3 helai sepertinya sebagian dahi kena tempat sujud ...apalagi dahinya lebar :D

Kesimpulannya : kalau rambut tersebut tumbuh di dahi maka sah sujudnya, dan apabila tumbuhnya diatas dahi/kepala maka batal sujudnya. Ibarot lengkap :

(قَوْلُهُ: وَلَوْ شَعْرًا) وَإِنْ لَمْ يَعُمَّهَا وَأَمْكَنَ السُّجُودُ عَلَى مَا خَلَا عَنْهُ مِنْهَا م ر قَالَ شَيْخُنَا ح ف: وَلَوْ طَالَ وَخَرَجَ عَنْ الْوَجْهِ اهـ بِخِلَافِ الشَّعْرِ النَّازِلِ مِنْ الرَّأْسِ فَلَا يَكْفِي السُّجُودُ عَلَيْهِ ع ش

Walloohu A'lamu bishowab.

No comments