Header Ads

Kemakruhan Mengusap Bekas Air Sesudah Wudhu


عن قيس بن سعد قال ; زارنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فى منزلنا فأمرله سعد بغسل، فوضع له فاغتسل، ثم ناوله ملحفة مصبوغة بزعفران أو ورس، فاشتمل بها.
(رواه أحمد وابن ماجه و أبو داود)
نيل الأوطار ; رقم ٢٩٣

و منها ترك النشيف بلا عذر لأنه يزيل أثر العبادة أما بعذر كبرد و خوف التصاق نجاسة و إرادة تيمم عقب الوضوء فلاكراهة ~حاشية الباجوري ١/٧٢
Dan termasuk kesunnahan setelah wudhu adalah tidak mengusap anggota wudhu dengan kain tanpa adanya udzur,karena hal tersebut dapat menghilangkan atsar/bekas ibadah,jika ada udzur semisal kedinginan,khawatir tertempel perkara najis,atau ia hendak tayammum setelah wudhu maka tidak makruh baginya melakukan hal tersebut(tansyif/mengelap anggota wudhu). [ ~hasyiah al bajuri 1/62 ].

Disunnahkan meninggalkan tanfisy,yaitu mengelap air dengan kain(handuk) karena hal ini bisa mghilangkan bekas suatu ibadah(atsarul ibadah).dan tanfisy telah menyelahi sunnah nabi. Bahwasanya nabi menolak kaos tangan yang di dtangkan untukya untuk tanfisy(mengelap)stlah mandi jinabah.

Kesunatan untuk tidak mgelap air dengan kain(tanfisy)ini ketika tidak ada udzur.adapun jika sebab udzur,sprt dingin,takut terkena najis maka tidak di sunnahkan meninggalkn tanfisy,bahkan lebih baik dengan mengelapya.dalam ktb tuhfah,menurut imam romli: bahkan wajib mengelapya jika kuatir trkena najis dan tidak menemukan sesuatu untuk membasuhya. [ i'anatut tholibin 1/54 ].

Hukum Mengusap Wajah/Anggota Wudhu dengan Kain/Handuk Menurut Qoul Aujah adalah Makruh dan begitu juga seperti yang ada di Kitab Roudhoh, Dan Qil Berpendapat Mengusap Wajah dengan Handuk ini Hukumnya Mubah dan begitu juga Meninggalkannya dan Menurut Imam Nawawi di dalam Kitab Syarah Muhaddzab Hukumnya Makruh dan Bahkan Qil berpendapat Makruh secara Muthlaq.
ومنها هل يستحب ترك التنشيف ؟ فيه أوجه الصحيح أن تركه مستحب كذا صححه في أصل الروضة ، وقيل انه مباح فعله وتركه سواء ، واختاره النواوي في شرح المهذب وقيل مستحب مطلقا ، وقيل يكره التنشيف مطلقا.
كفاية الأحيار ج ١ ص ٢٦

Wallaahu A'lam .

No comments