Header Ads

Hukum Adzan Bagi Wanita


• Bila dengan suara pelan untuk dirinya sendiri dan kaum sejenisnya (sesama wanita) boleh, tapi tidak sunah
• Bila dengan suara keras sekira dapat didengar oleh orang laki-laki lain maka haram

( ويستحب الإقامة وحدها للمرأة ) لنفسها وللنساء لا للرجال والخناثى وللخنثى لنفسه وللنساء لا للرجال أما الأذان فلا يندب للمرأة مطلقا فإن أذنت سرا لها أو لمثلها أبيح أو جهرا فوق ما تسمع صواحبها وثمة من يحرم نظره إليها حرم للإفتتان بصوتها كوجهها

Disunahkan Iqamat saja bagi wanita untuk dirinya dan untuk sesama kaum wanita tidak iqamat untuk kaum laki-laki, kaum banci. Disunahkan juga iqamat bagi banci untuk dirinya dan kaum wanita tidak untuk kaum laki-laki. Sedangkan adzan maka tidak disunahkan bagi wanita secara muthlak, namun bila ia adzan secara pelan untuk dirinya atau untuk sesamanya (wanita) diperbolehkan. Bila adzannya dengan keras dalam batas diluar yang dia perdengarkan pada teman-temannya, disana ulama berpendapat keharaman melihat wajah wanita karena khawatir menimbulkan fitnah begitu dengan suaranya. [ Minhaj al-Qawiim I/149 ].

وَ) سُنَّ (إِقَامَةٌ لأُنْثَى) سِرًّا وَخُنْثَى فَإِنْ أَذَّنَتْ لِلنِّسَاءِ سِرًّا ) لَمْ يُكْرَهْ أَوْ جَهْرًا حَرُمَ (قَوْلُهُ وَسُنَّ إِقَامَةٌ لأُنْثَى) أَيْ لِنَفْسِهَا وَلِلنِّسَاءِ لاَ لِلرِّجَالِ وَالْخُنَاثِيْ وَلاَ يُسَنُّ لَهَا اْلأَذَانُ مُطْلَقًا

Disunatkan iqamat bagi wanita dengan suara pelan, demikian pula waria. Bilamana seorang wanita adzan sesama wanita dengan suara pelan maka tidak makruh, atau dengan suara keras maka haram. Kalimat “disunatkan iqamat bagi wanita” yakni bagi dirinya atau sesama wanita, bukan terhadap para pria dan waria. Tidaklah disunatkan bagi wanita adzan secara mutlak. [ I’anah al-Thalibin I/233 ].

Wallaahu A'lamu Bis Showaab.

No comments